Minggu, 07 Oktober 2012

Ayrton Senna The Legend

TERNYATA..menurut polling pembalap pada tahun 2009 Ayrton Senna di kukuhkan sebagai pembalap terbaik yang pernah ada.Ayrton Senna adalah legenda pembalap F1 yang lahir di sao paol, brasil, 21 maret 1960. Dia merupakan juara dunia F1 1988,1990, dan 1991. Karir balap F1 Senna dimulai di GP Brasil 1984, kemenangan pertama Senna di GP Portugal 1985. Ayrton Senna merupakan salah satu rujukan dari tiap pembalap-pembalap F1 hingga masa kini selain Michael Schumacher, Alain Prost. Pembalap-pembalap F1 seperti Kimi Raikkonen, Fernando Alonso. Bahkan dalam suatu kesempatan saat Raikkonen membicarakan tentang Senna dalam konferensi pers pembalap legendaris Michael Schumacher sempat menangis ketika dia dibandingkan dengan Ayrton Senna karena mengingat duel mereka di GP San Marino di sirkuit Imola yang merupakan duel terakhir Michael Schumacher dengan Ayrton Senna karena disaat bersamaan balapan tersebut menjadi balapan terakhir Senna di F1 karena crush yang merenggut nyawa Ayrton Senna. 

Ayrton Senna dikenal sebagai pembalap yang piawai dalam kualifikasi, tercatat bahwa Senna mendapatkan 65 pole position dalam 162 balapan dalam karirnya sebelum akhirnya bisa disamakan oleh Michael Schumacher dengan mendapatkan 65 pole position dalam 236 balapan. Senna terkenal dengan kehebatannnya dalam mengemudikan mobil Formula 1 di sirkuit basah. Senna sering dijuluki sebagai The Rain Man. Kehebatannya di trek basah dapat dilihat pada GP Monaco 1984 dimana dengan mobil yang kurang mumpuni dia menempati posisi kedua, kemenangan pertamanya yang begitu dominan pada GP Portugal 1985, dan pada GP Eropa 1993. Pada GP Eropa 1993 di sirkuit Donington, Inggris, Senna dalam jarak kurang dari satu lap berhasil menjadi pemimpin lomba setelah sempat berada di posisi kelima. Senna juga sering dijuluki Master of Monaco karena dia menjuarai GP Monaco sebanyak 6 kali.


Senna VS Prost (antara persaingan dan persahabatan)

Selain dikenal sebagai pembalap yang piawai. Ayrton Senna juga terkenal dengan konfliknya bersama Alain Prost.  Persaingan mereka adalah salah satu persaingan yang terkemuka.Persaingan ini diawali pada musim 1988, ketika Senna bergabung dengan Prost di tim McLaren. Persaingan di antara keduanya paling terkemuka terjadi pada Grand Prix Portugal 1988, di mana Senna mencoba untuk memblok Prost dari mengambil pimpinan balap dengan "memaksa" Prost untuk berjalan berdekatan dengan tembok pit. Prost kemudian berhasil keluar dari pinggir mobil Senna, mengambil pimpinan, dan kemudian masuk pada tikungan pertama, namun dia tetap marah terhadap Senna atas maneuver berbahaya yang ia lakukan. Persaingan semakin menjadi intensif paska GP San Marino 1989, di mana kedua pembalap menyutujui di mana keduanya akan mendapatakan jalan masing – masing menuju tikungan pertama.

Persaingan ini mencapai puncaknya pada akhir musim 1989, di mana gelar juara dunia ditentukan di antara Senna dan Prost pada Grand Prix Jepang di Suzuka. Kedua pembalap McLaren bertabrakan di sebuah tikungan ketika Prost memblok usaha Senna melewati dirinya. Prost berjalan meninggalkan balapan ketika Senna kembali ke trek dengan secara illegal memotong tikungan. Walau kemudian ia memenangkan balapan, manuver tersebut membuat dirinya terdiskualifikasi. Setelah banding yang diajukan McLaren gagal, Senna diharuskan membayar denda 100.000 Dolar AS dan skors enam bulan. Hal ini membuat Senna menuduh bahwa Presiden FIA Jean-Marie Balestre menguntungkan Prost. Diskualifikasi Senna berarti membuat Senna secara hitungan matematis tidak mungkin menyalip total poin Prost, sehingga juara dunia tahun 1989 diraih oleh Prost. Terdapat banyak perdebatan mengenai apakah Prost sengaja menabrak Senna, atau apakah Senna terlalu berambisi dalam manuver pengambilan posisi, atau apakah kecelakaan ini hanya insiden balapan di antara dua rekan balap yang saling sakit hati.

Setiap kesempatan mereka selalu melakukan perang kata-kata melalui media. Senna bahkan pernah menyebut Prost sebagai "coward" dikarenakan dalam clausul kontrak Prost dengan Williams, Prost tidak mau Senna menjadi rekan satu timnya, sedangkan  Prost pernah menyebut Senna sebagai "Pria tanpa nilai" dikarenakan insiden GP Jepang di Suzuka 1990 ketika Senna dengan sengaja menabrakkan diri kepada Prost dengan kecepatan 160MPH (260KPH) yang merupakan ulangan insiden 1989. Setahun kemudia tepat 1991 Senna mengakui pergerakan yang dilakukan dirinya adalah pergerakan yang telah direncanakannya sebelumnya, dalam rencana bals dendam atas Prost yang mengambil keduanya keluar dari balapan di tikungan di tempat yang sama tahun sebelumnya dalam posisi yang hamper sama.


Pada akhir 1993 Alain Prost memutuskan pensiun dari dunia balap. Dan dia berkata kepada Senna "This may be the last race where we are at a press conference together and I think we should show the people something nice - maybe shake hands, or something" disaat itu Senna tidak menjawabnya dikarenakan rasa kecewa. Sampai pada akhirnya saat berada di Adelaide mereka finish posisi 1 dan 2 kembali, Senna berkata kepada Prost "What are you going to do now?' Prost pun terkejut lalu berkata  'I don't know yet', dan dengan nada sedih sambil tersenyum Senna berkata 'You're going to be fat,'. Lalu akhirnya saat berada diatas podium Senna memutar badannya lalu menjabat tangan Prost dan memeluknya. Setelah Prost pensiun dari F1 pada tahun 1994 Senna mengakui kepada dunia bahwa dia dan Alain Prost bersahabat, dan dia menyadari sepenuhnya bahwa motivasinya datang dari pertarungan dengan rival satunya itu.



Race Terakhir

Pada tanggal 1 Mei 1994 GP San Marino di Sirkuit Imola menjadi kejadian kelam bagi dunia F1 dimana merenggut 2 nyawa pembalap F1. Termasuk Ayrton Senna. Sehari sebelumnya, pembalap dari Austria, Rolan Ratzenberger, meninggal karena kecelakaan serupa di babak kualifikasi, dan menjadikan GP San Marino 1994 balapan paling kelam dalam sejarah F1.. Kejadian ini berawal di awal lap ke-5 ketika Ayrton Senna memimpin diatas mobil Williams-Renault . Mobil Senna nampak kurang stabil sejak ia mengawali start dari posisi pole. Pada awal lap kelima mobil Senna keluar trek saat ia memasuki tikungan Tamburello. Beberapa saat kemudian mobil Senna nampak menerjang pembatas, dan Ayrton Senna saat itu tidak sadarkan diri. Sekitar 10 detik usai kecelakaan terjadi, bendera merah berkibar dan balapan dihentikan. Para marshall mulai memasuki lokasi kejadian untuk memeriksa keadaan Senna. Tim medis F1 yang dipimpin Professor Sid Watkins kemudian memeriksa Senna yang sudah tidak sadarkan diri. Akhirnya untuk penanganan lebih lanjut Senna dibawa ke rumah sakit terdekat di Maggiore, Bologna. Dua jam usai lomba berakhir (yang dimenangkan oleh Michael Schumacher), dokter di RS. Maggiore mengumumkan bahwa Ayrton Senna sudah tiada. Diagnosa dokter menyimpulkan Senna mengalami pendarahan hebat di kepala akibat benturan. Sementara itu pihak otoritas Italia menyimpulkan bahwa bisa saja kecelakaan ini disebabkan karena kurangnya pengaman di sirkuit tersebut, dan satu penyebab lainnya adalah kemungkinan sirkuit yang (cukup) sempit dan memungkinkan banyak kecelakaan di sana. Padahal, sirkuit tersebut digunakan untuk balapan mobil yang jumlahnya banyak.

Sumber : 
http://www.prostfan.com/senna2.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Alain_Prost
http://id.wikipedia.org/wiki/Kematian_Ayrton_Senna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar